
Laporan OJK pada 7 September mencatat IHSG menutup Agustus di 6.525,48, naik 4,64% dibanding bulan sebelumnya tetapi masih turun 24,53% sejak awal tahun. Dua angka itu dapat benar bersamaan. Kenaikan satu bulan menunjukkan pemulihan dari titik tertentu, bukan bukti bahwa seluruh kerugian sebelumnya sudah kembali.
Persentase bergantung pada titik awal
MtM membandingkan bulan dengan bulan sebelumnya, sedangkan YtD membandingkan posisi dengan akhir tahun lalu. Jika modal contoh Rp10 juta turun 20%, sisanya Rp8 juta. Kenaikan berikutnya sebesar 20% hanya membawanya ke Rp9,6 juta. Untuk pulih dari kerugian, persentase kenaikan yang dibutuhkan dihitung dari modal yang sudah lebih kecil.
Arus asing bukan hasil setiap investor
OJK juga melaporkan pembelian bersih asing pada Agustus. Net buy berarti nilai pembelian melebihi penjualan dalam cakupan data, bukan semua saham dibeli merata. Periksa saham dan sektor yang benar-benar Anda miliki, lalu bandingkan volume transaksi dan selisih harga beli-jual sebelum mengambil keputusan.
Gunakan periode dan perlakuan dividen yang sama saat membandingkan portofolio dengan indeks. Data Agustus bukan harga langsung pada September, dan satu bulan pemulihan tidak memastikan tren berikutnya. Catatan yang lebih berguna adalah alasan memiliki emiten, perkembangan labanya, serta batas kerugian yang masih dapat ditanggung tanpa mengganggu kebutuhan rutin.